Selasa, 01 Januari 2008

Dingin-Dingin Kok Kerja!!

Klise benar kalau kita menjawab, “Tanggung jawab, bo’!”
Tetapi, itulah kerja...

--- Ditambah pengumuman (yang nggak penting) : ’Harap Tgl 2 Januari Seluruh Karyawan Masuk Seperti Biasanya!” ---

Yang jadi persoalan, bukannya masuk atau tidak masuk kerja... Tetapi ; DINGIIIIIINN BO!

Dari mata terbuka, mandi pakai air hangat, berangkat kerja (juga masih nyante-nyante)... tapi, semangat itu hampir dikalahkan dengan satu kata : Dingin!

Coba saja, kalau tidak ada pengumuman wajib ngantor lagi... mungkin.... (bayangi dulu ah)... kita lanjut lagi liburnya... hehehehe....

Yah, nasib pekerja... itu kata teman-temanku yang sekarang sedang ngantor...
Sedikit berkorban lah... Melawan cuaca dingin demi ’TITIK-TITIK”....?!?!?!"


Seperti kata temanku di YM, ”In... tadi di KRL aku ketemu dia (another man) loh... tambah keren deh......!!!”
Walah-walah.... Ini baru yang namanya : ”Dingin-Dingin Semangat Kerja!!!!”.....
huahahahaha.....

Resolusi 2008 Vs Kejar Setoran

Hati tergelitik ketika ditanya, “In, apa resolusimu di tahun 2008?"...

Hari gene, mikirin resolusi... hehehe... yang ada kepala puyeng mikirin setoran.(setoran apa saja, khususnya yang berhubungan dengan deadline, mulai dari setoran uang ’mpe setoran anak... hahahaha)...

”O ala In... hari gene kok diperbudak deadline” – (Nah lo!)

Mungkin ini yang aku namakan resolusi (bahasa kerennya : ’sasaran target’. Atau bahasa Jawa-nya : ’ancang-ancang!’) huahahahaha...

Tampaknya, di awal tahun 2008, 3 proyek besarku (aku sebut besar karena sudah 2 tahun nggak kelar-kelar) harus selesai ; menyelesaikan 3 buku dari 3 penerbit yang berbeda...
Kemarin-kemarin, sempat stres.”In, buruan diselesaikan bukunya. Kalau bisa, deadline 10 Januari ya?”Atau telepon lainnya, ”In, jadi launching 21 April nggak? Kalo jadi, buruan diselesaikan sebelum Februari”

Yang bisa kuperbuat, ”Oke deh, aku kelarin semuanya di tahun ini...!” --- (perasaan tahun kemarin juga ngomongnya begitu.... hehehehe)...
Hidup Deadline!

Tahun Baru, Matahari Kok Malu-Malu

Hepi nyu-yer!!!!!...
Tit-tit-tit... ini sms ke 21 yang aku terima di pagi hari.. semua mengucapkan : ”Selamat Tahun Baru 2008...”

Wah, sekarang sudah ganti tahun ya? - sok surprais gitu –

Tidak ada yang berbeda, kecuali tadi malam di depan rumahku ribut banget...
Mungkin sekitar belasan orang tiup terompet, bakar mercon, de-el-el


**** malam ini aku memilih tidur lebih awal.... dingiiiiinnnn..... ****
Pinginku, pagi harinya aku bisa bersepeda sama suami dan dua anakku....

Tapi, sungguh mengecewakan ”hiks...!!”... paginya ternyata HUJAN!!!!Nggak jadi deh kita sepeda-sepedaan... Sedih (lagu : Kisah Sedih Di Tahun Baru)....Sampai jam 9 pagi, matahari masih malu-malu bersinar... please deh!

Tahun Baru-ku..... oh!

REKOR : 40 Menit Sampai Kantor


Pernahkah Anda bahagia? -pasti sering la ya… (pertanyaan nggak penting amat)
Tapi hari itu aku bahagia banget...
Bayangkan, aku bisa menyetir mobil dengan bebas, tanpa banyak hambatan, apalagi terkena macet... Hepi-lah, kata anak ABG...
Biasanya dari Joglo ke Tebet via tol Slipi bisa 1,5 jam.. (bahkan pernah 2,5 jam)... tetapi hari itu, aku SUKSES sampai kantor dengan catatan waktu tercepat hanya 40 menit...
(Walah-walah... segitu aja bangga)...
Jujur saja, aku mulai stres dengan kondisi Jakarta yang sangat-sangat tidak bersahabat dan MENYEBALKAN... (diiringi lagu : ’siapa suruh datang Jakarta 2X’).
Pernah terpikir dalam hati, ”kayaknya aku harus pulang kampung. Masak sih aku harus tua hanya gara-gara urusan macet yang tidak elit begini?”
Ah, sutralah... yang penting hari itu aku bisa sampai kantor dengan selamat dan cepat..
Ini menjadi catatan rekor di buku kecilku... (ada banyak rekor-rekor lainnya loh)
Yang jadi pertanyaan, emang ke kantornya hari apa dan jam berapa?...
Hahahaha... ”Hari Minggu tanggal 30 Desember jam 1 siang dan langit sedang cerah-cerahnya (baca: panas)....” Pantas aja...
Tetapi, aku sampai berkhayal, andai saja kondisi Jakarta bisa seperti itu seterusnya... pasti yang bahagia tidak hanya saya....

“Sabtu-Minggu KERJA"..Hiks!

Baru kali ini aku tidak bisa protes. “Deadline, Minggu!” kata bos-ku.
Glek. Aku hanya bisa menelan ludah… please deh!

Mungkin ada banyak orang senasib denganku. Siklus kerja jadi terbalik-balik. Dan itu aku alami sejak tgl 15 Desember lalu. Disaat orang libur, aku masuk kerja –kecuali pas Idul Adha, tetap libur dooooonng--.Tetapi, disaat orang lain pada masuk, aku justru libur… (rada’aneh kan?)

Termasuk tgl 25 Desember kemarin. Yang lain libur, aku (juga teman-teman kantorku –para wartawan) masuk… hiiiikkkssss….

Posting ini dibuat hari Sabtu (29/12) siang dengan kondisi meja berantakan. Editan setumpuk, belum lagi mikirin tulisan sendiri…Dan yang bikin keki, artikel pada belum turun…. (Ayo temen-temen… kita kejar deadline –- Glek. Aku nggak bakat marah-2 hehehe…)

Beginilah ritme kerja di media. (siapa suruh….. hehehehe…)…Kalau medianya mau tetap terbit, kita harus patuh pada deadline... Protes bisa saja, tapi jangan kelamaan… Saran bijak: disimpan di hati saja, ntar cepet tua… hehehe….

Tetapi hanya satu pertanyaan yang mengganggu pikiranku, ketika dua anakku protes, “Bu, sekarang kan hari Sabtu. Kok Kerja?”

“!$%((&&$*(*(&^^##%^^**^($$” ----- itu perasaanku!!!!